Minggu, 25 Juli 2021

Jusuf Mahdi: Nasionalisme Dalam Implementasi Manajemen Pengelolaan Tata Pemerintahan

[4:12 AM, 7/25/2021] Ir Jusuf Mahdi, MM: 🇮🇩❤️ BIOLOGYCAL WARFARE DARI TINJAUAN AGHT ❤️🇮🇩

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Perang menggunakan media biologip berkembang marak usai Perang Dunia II dimana dengan digunakannya bom atom yang dijatuhkan oleh AS di Hiroshima dan Nagasaki meniadi pemicu adanya perang NUBIKA atau ABC Wafare.

Saat perang Vietnam, pasukan  Amerika menggunakan bom napalm, yellow rain, Vietnam rose, dll yang merupakan senjata Kimia, kuman dll.

Setelah perang Vietnam berakhir  pengembangan riset terus dilakukan dimana dilakukan oleh berbagai lembaga dan  laboratorium, baik oleh pemerintah ataupun swasta terkait  adanya bermacam jenis flue yaitu flue  Hongkong, flue burung, flue babi, SARS, dsb.
 AGHT yang berujung ke nuansa perang tidak harus berupa perang fisik tetapi dapat menggunakan sarana dan media non fisik yang dikenal sebagai perang asimetris.

Riset secara terbuka ataupun rahasia juga melibatkan Indonesia yaitu lembaga Farmasi Angkatan Laut dengan lembaga farmasi USA, dimana kemudian disorot oleh Menkes Siti Fadillah karena tidak transparan tujuannya,  mengakibatkan dia dicopot dari jabatannya.

Di saat era pandemi ini kasus serupa terjadi dimana dokter Lois yang diwawancarai tentang obat yang digunakan untuk pasien Covid, akhirnya jadi berita  kontroversial

Kasus serupa juga menimpa Susi Pudjiastuti, karena mengungkap masalah penyelundupan benih lobster ke luar negeri.

Perang memakai biologi sebenarnya dilarang oleh PBB, namun negara dan manusia yang tertutup kepentingan duniawi, kekuasaan dll, mengabaikan nilai ketuhanan, peri kemanusiaan dan  keberadaban, sehingga menggunakan senjata biologi untuk mencapai keinginannya.

Nilai dan esensi Pembukaan UUD 1945 yang bersifat universal yang telah luas tersebar ke seluruh penjuru dunia,  disebabkan ego dan kepentingan telah diabaikan  oleh petinggi Indonesia penentu kebijakan dan juga oleh negara lain yang sarat kepentingan.

Disinilah kita harus cermat dan bijak menentukan pemberdayaan lembaga riset dan pengembangan  untuk melakukan penelitian yang bermanfaat bagi bangsa dan umat manusia secara keseluruhan.

Tentunya harus berorientasi kepada kemaslahatan bagi manusia, sebagai dharma bhakti dan sumbangsih yang mengharapkan ridho Allah semata.

Dunia ilmu, pengetahuan, teknologi, pendidikan harus menjadi salah satu tiang utama dalam mengisi kemerdekaan, mencapai cita-cita dan tujuan kemerdekaan demi masa depan generasi penerus bangsa.

Semoga dengan semua itu akan ada karya besar anak bangsa yang mampu mengatasi pandemi dan berbagai wabah penyakit, serta berbagai hal lainnya

Semoga sedikit tulisan ini dapat memberikan informasi tentang senjata biologi, perang biologi sebagai bagian ABC Warfare / Perang NUBIKA, yang dapat menjadi AGHT bagi eksistensi bangsa dan negara.

🇮🇩❤️🌹💐🌸🌻🌷🇮🇩

vssmatc,SBY,21072021



[4:12 AM, 7/25/2021] Ir Jusuf Mahdi, MM: 🇮🇩❤️   NASIONALISME DALAM IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENGELOLAAN TATA PEMERINTAHAN ❤️🇮🇩.

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Manusia yang bebas, merdeka dan berdaulat yang berhimpun membentuk bangsa dan negara sebagai pelaksanaan kegiatan berkehidupan pasti memiliki rasa persatuan, kesatuan, cita-cita dan tujuan serta wujud nyata ke masa depannya terutama untuk generasi penerus bangsa. Hal tersebut dikenal sebagai rasa kebangsaan dan nasionalisme, rasa kebanggaan sebagai manusia yang dikaruniai amanah oleh Allah, penciptanya sebagai makhluk mulia pemimpin di muka bumi.

Bangsa Indonesia menyatakan hal tersebut dalam bentuk tersurat dan tersirat dalam Pembukaan UUD 1945 yang bersifat lokal, regional, nasional, global dan universal dan merupakan wujud pengisian kemerdekaan untuk meraih cita-cita dan tujuan kemerdekaan bagi anak bangsa

Rasa nasionalisme dalam implementasi manajemen pengelolaan tata pemerintahan harus dilakukan oleh SDM yang bersih, jujur dan amanah, berkualitas lahir batin, guna mewujudkan tatanan clean government and good governance sehingga tercapai kondisi aman, makmur, tentrem kerta raharja, gemah ripah loh jinawi, baldatun toyyibatun war robbun ghafur

Peran pemimpin yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat, berpihak kepada rakyat dan memegang teguh amanah rakyat akan menjadikannya sebagai panutan dan suri tauladan yang dicintai rakyat.

Kita bisa menimba pelajaran dari presiden Turki Erdogan, sultan Brunei Darussalam, pemerintah Jepang, New Zealand, dll yang bisa membawa. bangsa dan negaranya menjadi berkemampuan dan mandiri dalam berkehidupan

Rasa  nasionalisme yang memperkuat pemberdayaan potensi sumber daya alam untuk kemakmuran rakyat, menjadi Ketahanan Nasional dan Kekuatan Nasional dalam bentuk kedaulatan ekonomi, pangan, industri, dsb yang akan memperkokoh eksistensi bangsa dan negara

Watak dan karaktet SDM adalah keutamaan dari rasa kebangsaan dan nasionalisme bangsa dalam sistem berkehidupan

Hayati dan pahami kembali nilai-nilai luhur Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila agar kita tidak salah langkah dan arah, sebab darma bakti  yang bersumber dari iman dan takwa akan mendapat ridho dan barokah Allah SWT, dan hidup kita memberikan manfaat bagi sesama dan alam semesta

🇮🇩🌸🌷🌹💐🌻❤️
vssmatc,SBY,24072021



[11:29 PM, 7/25/2021] Ir Jusuf Mahdi, MM: 🇮🇩❤️ PERLUKAH PERINGATAN KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA KE 76 DILAKUKAN DI SAAT  PANDEMI MELANDA NEGERI?? ❤️🇮🇩

Ir. Jusuf Mahdi, MM.

Sesaat lagi pada bulan Agustus kita akan memasuki 76 tahun kemerdekaan bangsa Indonesia dan 76 tahun berdirinya negara NKRI  

Pada tahun-tahun lalu peringatan puncaknya dilakukan  pada 16 Agustus dengan Sidang paripurna MPR mendengarkan pidato pertanggungjawaban Presiden, dan pada tanggal 17 upacara kenegaraan di istana negara.

Dalam upacara tersebut dipersiapkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang terdiri dari siswa-siswa berprestasi yang terpilih dari seluruh Indonesia, pasukan TNI-POLRI, pembawa lagu Aubade dan musik, dsb yang dibiayai dengan dana cukup besar untuk pakaian seragam baru, akomodasi, transportasi, latihan dlsb

Persiapan upacara yang tidak sehari-dua hari, tapi beberapa waktu yang cukup lama dan tentunya butuh biaya. Demikian juga dengan aksesoris, undangan, cinderamata,  dekorasi istana tempat digelar upacara.
Dan hal tersebut juga dilakukan di lembaga pemerintah di seluruh Indonesia, sampai di tingkat II KABUPATEN - KOTA

Dalam situasi pandemi saat ini dimana rakyat kecil dalam kesulitan mencari nafkah apakah bijak dan perlu menggelar acara yang berbiaya sangat besar, padahal seremoni tersebut tidak membawa hasil signifikan kemaslahatan bagi rakyat kecil.

Rakyat tetap melakukan kegiatan kerja, tidak terpengaruh adanya peringatan sebab mereka mencari nafkah yang dibutuhkan setiap hari. Petani sayur, nelayan, peternak, pegiat perkebunan, pedagang kecil dsb tetap berkegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar dll
Ada pandemi atau tidak, ada hari besar atau tidak, mereka tetap bekerja. Cobalah lihat ke pasar apakah ada waktu jedahnya??

Adalah arif dan bijak bila beaya besar untuk acara seremonial tersebut digunakan untuk kepentingan rakyat kecil, menanggulangi kesulitan mereka disaat pandemi.

Para pemimpin negeri harus  memiliki kepedulian besar terhadap rakyat yang sedang berjuang dalam menghadapi kesulitan hidup.

Adanya PSPB, PPKM, dll  sangat berat dirasakan oleh masyarakat kecil di perkotaan dan di daerah penyangga karena tidak bisa leluasa berkegiatan. Hal tersebut dirasakan di dunia pendidikan, seni, budaya, entertainment, pekerja layanan umum, buruh, dsb

Mudah-mudahan kita bisa segera keluar dari masalah dengan kearifan dan kebijakan para pemimpin yang benar-benar bersih, jujur dan amanah, yang didukung oleh sistem pemerintahan yang clean government and good governance yang dapat mewujudkan cita-cita dan tujuan kemerdekaan menuju tahun emas kemerdekaan bangsa Indonesia

🇮🇩❤️💐🌹🌻🌷🌸❤️🇮🇩

vssmatc,sby,26072021

 

Tung Desem Waringin @TungDW: Antara Kesehatan dan Kondisi Ekonomi Rakyat

[9:13 PM, 7/25/2021] Tung Desem Waringin: Antara Kesehatan dan Kondisi Ekonomi Rakyat 

Antara VAKSIN, PROTOKOL KESEHATAN, CETAK DUIT dan BAGI-BAGI DUIT ke Rakyat yg Membutuhkan. 

 VAKSIN 

 Vaksin dua kali tetap bisa kena Covid 19. 

Vaksin ketiga kali pun tetap bisa kena woiii...! 

Terus tidak perlu Vaksin..? Hadew... Perlu Woii.. Karena kalau divaksin kemungkinan kena nya jadi lebih kecil dan kalau kena pun, lebih tidak parah dari pada yg tidak divaksin. 

 Ada dokter yg menyarankan utk tidak perlu cek Titer antibodi. Walau sudah vaksin dua kali. 

Dengan pemikiran : 
Agar kita tetap waspada dan tidak menyepelekan. 

Logika yg boleh juga. 

Namun bagi saya lebih baik cek titer antibodi DAN tetap waspada. 

Karena vaksin eficacynya 65 sd 85% berarti dari 100 orang di vaksin ternyata ada 15 sd 35 orang tidak keluar antibodinya. 

Dan keluar pun ada yg sangat rendah. 

Saya ber 9 di vaksin. Setelah dua bulan dari vaksin ke dua di tes serologi antibodinya.  Ada dua (kebetulan dua2 nya di atas 60 tahun) tidak keluar sama sekali. 

Lima di antara nya keluar.., namun dibawah 30 (yg dianggap angka kecukupan... perlu diuji lagi). Ada satu yg keluar angka 56. 

Sedang saya krn pernah kena Covid 19 setahun yg lalu. Sekali vaksin sudah di atas 250. Ke dua kali tetap dilakukan atas dasar pendapat beberapa dokter akan membuat lebih tahan thd varian baru. 

Dari yang saya amati, titer antibodi di bawah 250 lebih baik usaha (Entah bayar di jalur vaksin mandiri, atau pas keluar negeri ada vaksin gratis maupun berbayar atau antri terakhir waktu vaksinasi, kadang ada sisa yg sudah dibuka tidak habis, dari pada dibuang maka minta saja, ini dilakukan adik teman SD saya yg seorang dokter, dan sukses menaikkan antibodinya jadi di atas 250). Sekarang malah tim Medis akan segera di Vaksin ke 3 kalinya utk booster. 👍👍. 

Untuk vaksin lagi, boleh yg sama dengan sebelumnya, walau ada pendapat bila pakai vaksin jenis lain akan lebih baik. 

Prof dr Eka dengan Titer antibodi sekitar sedikit di atas 100 tetap kena. Karena lengah Makan bersama NGOBROL dengan orang yg bukan serumah. Dan kena agak parah krn ada komorbid. (Kalau salah informasi agar saya diralat). 

Kenapa di VAKSIN dua kali masih bisa kena ketika terpapar?

1. Belum keluar antibodinya. 
2. Antibodinya tidak cukup tinggi. 
3. Kondisi tubuh sedang lemah. Kurang tidur. Kurang minum. Kebanyakan makan, kurang atau terlalu banyak olahraga. Ketakutan yg berlebihan, Sedang sakit yg lain. Dll. 
4. Virus varian baru. Vaksin yg kita dapat belum cocok dengan varian barunya. 

PROTOKOL KESEHATAN 

Maka sementara Virus masih bergentayangan... dan Vaksinasi belum merata yang TERBAIK adalah semaksimal mungkin jaga protokol kesehatan 6 M atau mau nambah M-M yg lainnya silakan. 

1. Memakai Masker. 
2. Mencuci Tangan. 
3. Menjaga Jarak. 
4. Menghindari Kerumunan. 
5. Mengurangi Mobilitas. 
6. Menghindari Makan Bersama dengan Orang yg Bukan Serumah. 

Walau sudah protokol kesehatan kenapa tetap bisa kena? Banyak faktor. Namun biasanya : Karena ada orang dekat yg tidak protokol kesehatan. 

Contoh: Pengalaman Keluarga, sekeluarga sudah tidak keluar rumah sama sekali, tetap bisa kena. Karena driver nya walau sudah vaksin dua kali masih masuk kerja pulang pergi, utk merawat dan memanasi mobil. Drivernya pulang makan di warung. Buka masker ngobrol. Kena, kemudian nulari pembantu yg sudah vaksin dua kali. Dan nulari beberapa anggota rumah yang sudah vaksin juga. Kecuali (entah kebetulan/tidak,) yg anti bodinya di atas 250 dan dalam kondisi fit tidak terkena.

CETAK UANG 

Bagi teman2 yang sedang susah tidak bisa atau kesulitan untuk makan, hubungi Kementrian Sosial. Atau pemerintah setempat. Kalau demo ramai2 malah menyebarkan virus lagi. Kalau nyuri atau merusak malah berurusan dengan polisi dan penjara. 

Lebih baik minta bantuan kepada yang bisa dan mau dimintain bantuan. 

Teman2 yang MAMPU dan masih Bisa membantu, ayo gotong royong membantu saudara2, teman2, atau masyarakat yg sedang menderita. Dan BELANJA lah agar ekonomi berputar. 

Dan untuk PEMERINTAH baik Kemensos maupun Pemerintah Daerah alangkah baik nya juga memberikan Nomer Telepon (dulu pernah ada yaitu 0811 10 222 10, eee sekarang error dan tidak aktif lagi) agar bisa dihubungi oleh rakyat yg membutuhkan dan POSKO utk masyarakat yg memerlukan bantuan. 

Silakan CETAK DUIT bila kurang. 

Pelajaran Menarik di USA sejak 2008 menggunakan jurus Quantitative Easing  Banjiri Duit, bagi2 duit..., USD 1 Trilyun. 

Sekarang April 2020 sd Maret 2021 USA sudah CETAK (Pemerintah nya Hutang sih... ke Swasta  (Aneh ya... 😁🤔)) -> Federal Reserve, sedang Federal Reserve ya CETAK.. ups NGETIK di komputer saja...) dan BAGI-BAGI DUIT USD 4,9 Trilyun atau sekitar  Rp. 71 juta Trilyun (Kurs 1 USD = Rp. 14.500) atau sekitar 35 kali lipat dari cadangan Devisa Indonesia yg kita kumpulkan susah payah selama 75 tahun Merdeka -> USD 138,8 Milyar). Amerika bagi2 GRATIS dengan mudah selama setahun. 🤪. 

INFLASI? 

Ternyata untuk Kebutuhan Pokok di USA tidak inflasi terlalu banyak. Betul Properti, Emas Perak, Saham jadi Naik. Yang lebih terkena adalah orang2 yg punya uang banyak di bank. Ini bagus, agar yg kaya bukan hanya nabung namun juga menginvestasikan ke hal produktif atau menggunakan untuk modal usaha. Sedang Rakyat miskin kan di beri uang tiap bulan. 

Namun yang Lebih MENARIK di USA adalah bahan makanan, sewa properti tidak naik banyak.

https://id.tradingeconomics.com/united-states/food-inflation 

Karena orang kaya dan miskin makannya sama sehari 3 kali saja. 

Juga kalau makanan naik tidak dibeli rakyat yg tidak mampu. 

Dan bila tidak laku, perusahaan juga bubar. 

Sewa juga bakal turun, tidak bisa naik krn bakal kosong kalau banyak yg tidak mau nyewa. Kan kondisi ekonomi rakyat sedang tidak baik. 

Silakan turunkan tim untuk mengecek kebenarannya. 

Jaman Pak SBY selama 10 Tahun menjabat karena Resesi Dunia tahun 2008 yg Indonesia kena Imbas juga. Pak SBY juga cetak uang total naik 304% dari sebelumnya. Dari Rp. 995 Trilyun jadi Rp.4.024 trilyun.  Atau rata2 naik 30,4% per tahun. 

Namun GDP pertumbuhan ekonomi naik 458%! Dari 2.303 Trilyun jadi 10.542 Trilyun. 

Sedang Sekarang selama 6 tahun 5 bulan Pemerintahan baru hanya mencetak uang dari M2 = Rp. 4.024 T jadi Rp. 6.888 T (per 23 April 2021). Atau hanya naik 71,15% per 6 th 5 bln atau naik hanya 11,09% per tahun. 

Sumber angka2 adalah dari https://statistik.kemendag.go.id/amount-of-circulate-money 

Pemerintah walau (_tentu saja_) dengan PERTIMBANGAN yg CERMAT, sekarang perlu LEBIH BERANI cetak uang. 

Daripada HUTANG. Dimana mereka yang ngutangi kita -> tanpa harus kerja, tinggal Cetak/ Ngetik saja. Dan kita hutang harus Bayar. Bayar dari hasil kerja kita.... hadew. Aneh dah...! 

BAGI2 DUIT 

Tentu saja Usulan ke Pemerintah, lebih berani CETAK/NGETIK dan Bagi2 Duit, bagi Sembako ke RAKYAT yang MEMBUTUHKAN. (Sudah dilakukan sih namun tanggung kurang banyak tidak bisa nabung dan tidak diwajibkan belajar ttg KECERDASAN KEUANGAN). 

Dibuatkan pilihan bantuan Rp. 600 ribu tanpa syarat. Atau Rp 2 juta dengan syarat. 

Dari Rp. 600 ribu dinaikkan jadi Rp. 2 juta. Di bagi HP android dan uang di bagi dengan model E. Rupiah atau PERI (Pembayaran Elektronik Republik Indonesia). Dengan syarat tiap bulan harus ikut pendidikan (melalui WA, Video maupun pendidikan ketrampilan, yg harus dirangkum) ttg kecerdasan keuangan, cara mencari kerja, cara sukses jadi makelar tanpa modal, cara ternak lele, cara sukses jadi agen asuransi.. dan hal2 yg penting dalam mencari dan mengelola uang. 

Separuh uang WAJIB habis. Karena kalau tidak habis maka Ekonomi tidak berputar. 

Separuh WAJIB ditabung. Karena kalau tidak pernah nabung ya kehidupan tidak berubah. Terus miskin.

Setahun hanya boleh diambil SEPARUH. Dan bantuan dibatasi selesai dalam 2 atau 3 tahun. Setelah selesai masa Bantuan dan PENDIDIKAN, diharapkan Rakyat jadi lebih SEJAHTERA. Punya Tabungan, Punya Ilmu dan Punya Keberanian. 

Bagi yg sukses membuktikan ybs sudah mendapatkan income lebih dari UMR setempat berturut-turut selama 3 sd 5 bulan, maka ybs dapat Grand sejumlah Uang Misal dapat Rp. 10 juta, serta Piagam bahwa ybs sudah Lulus dari PKH (Program Keluarga Harapan). Dan tidak boleh ikut PKH lagi selama 5 tahun ke depan. 

PENDIDIKAN dan INSENTIF kelulusan ini penting agar termotivasi segera MANDIRI, bukan hanya menggantungkan dari bantuan. 

Duitnya berapa banyak tuh utk dibagi2 : dari data jumlah orang miskin : https://www.bps.go.id/pressrelease/2021/07/15/1843/persentase-penduduk-miskin-maret-2021-turun-menjadi-10-14-persen.html 

Misal kita bulatkan lah dari 27,5 juta rakyat miskin jadi 30 juta dah. 

Maka bantuannya Rp. 2 jt × 30 jt rakyat miskin = Rp. 60 Trilyun perbulan. Setahun Rp. 720 Trilyun.

Kali Tiga tahun = Rp. 2.160 Trilyun. 

Uang Beredar baru nambah 31,88 % dari jumlah Uang beredar Maret 2021 Rp. 6.888 Trilyun. 

Masih masuk akal. 

Tentu saja TERUS perbaiki data dan teknik pembagian nya dan umumkan Tempelkan (serta masukan Website) siapa yg berhak dapat di Kantor2 Kelurahan dan ada nomer WA utk komplain bila belum dapat atau ada orang yg tidak berhak malah dapat. Juga ada tim Verifikasi. Sehingga makin hari makin tepat sasaran. 

Semoga Pandemi segera Berlalu dan Kita semua Selamat Sehat dan Sejahtera. Aamiin. 🙏. 

Semoga Bermanfaat. 

Juli 2021. 

Salam Dahsyat Selalu

Tung Desem Waringin. 
Orang yang jauh dari sempurna, belum pinter, namun mau mikir, mau cari data, mau baca, mau belajar dan berani salah utk menemukan kebaikan dan kebenaran. (Bila ada pemikiran yg berbeda maupun ada data maupun pertimbangan yg salah, silakan koreksi dengan senang hati saya menerimanya). 

IG & Youtube :
@tungdesemwaringin.tdw. 
Twitter : @TungDW 

Note: Saya bukan Pembela Presiden tertentu. Krn semua Presiden pasti punya Kelebihan dan Kekurangan masing2. Saya hanya aliran Mata Lebah: POSITIVE DEVIANCE. Dimana ada yg bagus dan berhasil maka kita CONTOH. Amati Tiru Modifikasi lebih baik. Pak Jokowi luar biasa merangkul Pak Prabowo yg juga berjiwa besar. Sehingga rakyat bisa BERSATU fokus membangun bangsa. PEMBANGUNAN Infrastruktur juga keren. Semoga pemikiran ini bisa jadi masukan utk Mempercepat Indonesia Pulih dan Maju. Aamiin. 🙏 

[9:36 PM, 7/25/2021] Alvin Yudistira: Mohon ijin saya post di alyud.blogspot.com ya Pak Tung?

Sepakat Pak Tung, 2 hari lalu saya konfirmasi Dr Zamir Alvi, setelah sebelumnya 2 dokter di twitter dr @FaheemYounus dan @drpriono1 tweet sama, betul ya Dok dg kami 2x vaksinasi, maka kayaknya kami kena covid jadi lebih ringan? diiyakan dokter Zamir. 

Wah Pak Tung jadi jauh mendalami covid-19 he2. 

Soal cetak uang, saya awam, tapi saya kira Pak Tung bisa dialog ulang di instagram/youtube dg Pak Mardigu Wowiek lagi. Tapi jelas setuju daripada utang utang terus. 
Saya coba forward Pak Rizal Ramli dan Pak Agus Kodri untuk dapatkan pandangan pros cons nya menuju, kesepakatan nasional. 

Salam Hormat Dahsyat, 

[9:38 PM, 7/25/2021] Tung Desem Waringin: 🙏 

[9:45 PM, 7/25/2021] Alvin Yudistira: Siap Pak Tung, yg jelas sudah saya tweet dari dr Zamir Alvi harusnya Dephan yg urus [pimpin sesuai Mardigu: Economy at War] covid https://twitter.com/alvinyudistira/status/1389436203221413891

[10:51 PM, 7/25/2021] Alvin Yudistira: Iya sepakat Pak Tung: 6M: Menghindari makan bersama dg orang yg Bukan Serumah. 
Karena dlm hal ini, Margaretha sudah ketat 5M, pulang kantor 10 Juli cerita tadi siang makan bersama teman kantor ternyata covid.
Tapi padahal tgl 7 sy sudah berasa aneh, dan omong berat sekali sampai tensi saya 135 biasa normal, dan tidur mandi pisah ranjang.
Setelah swab test antigen positif, sy diomeli, makanya kl jalan pake masker yg betul jgn asal sambil merokok.
 🙏🇮🇩

[10:53 PM, 7/25/2021] Tung Desem Waringin: Puji Tuhan sudah sehat. 🙏👍🤗👍🙏

[10:54 PM, 7/25/2021] Alvin Yudistira: Amin Pak Tung, siap vaksinasi ketiga, dan jaga disiplin agar tidak terkena lagi. 😁🙏🏻🇮🇩

[11:00 PM, 7/25/2021] Alvin Yudistira: Siap Pak Tung saya unggah di google drive, tweet lagi dan mention @sandiuno selaku Menpar ujung tombak pemulihan ekonomi, dg harapan bisa zoom meeting bersama Mardigu, Sandiaga, Rizal Ramli, Agus Kodri dll. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🇮🇩🇮🇩🇮🇩



 

Rabu, 07 Juli 2021

#BapakPresidenMenyerahlah @AgusKodri2: Jangan biarkan pemimpin seperti itu memimpin

Senin, 05 Juli 2021

Agus Kodri @AgusKodri2: 5 Juli 1959 Bung Karno, Presiden RI I, keluarkan Dekrit Presiden, kmbli ke UUD ‘45 d dibentuk MPRS.

Kamis, 01 Juli 2021

#TheKingOfNgibul @AgusKodri2: BICARA BOHONG, INGKAR JANJI, KHIANATI KEPERCAYAAN BKN KARAKTER PANCASILAIS!

101 Tahun ITB dan Tokoh Tionghoa yang Terlupakan

101 Tahun ITB dan Tokoh Tionghoa yang Terlupakan https://t.co/uiGUXUaTOg pic.twitter.com/qxFePwV8ZQ — KoranDNM (@Koran_DNM) June 27, 2021 ...